ROKAN HILIR – Ahad 07/06/2026
Nama Yusaf Hari Purnomo atau yang akrab disapa Arie Black dikenal luas di Kabupaten Rokan Hilir sebagai aktivis kontrol sosial yang aktif menyuarakan transparansi, pengawasan pembangunan, serta pemberantasan dugaan tindak pidana korupsi.
Sebagai Ketua DPD LSM TOPAN RI Kabupaten Rokan Hilir, Yusaf Hari Purnomo kerap menjadi sorotan publik melalui berbagai laporan, investigasi lapangan, dan kritik terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang dinilai belum berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif melaporkan berbagai dugaan penyimpangan proyek pemerintah dan penggunaan anggaran negara kepada aparat penegak hukum. Salah satu langkah yang menjadi perhatian publik adalah laporan dugaan korupsi Dana Desa di Kepenghuluan Suak Air Hitam, Kecamatan Pekaitan, yang disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Rokan Hilir setelah pihaknya melakukan investigasi lapangan dan mengumpulkan sejumlah temuan yang dianggap perlu ditindaklanjuti.
Tidak hanya itu, Yusaf juga dikenal vokal dalam mengawasi proyek-proyek infrastruktur daerah. Ia pernah menyoroti proyek pengaspalan Jalan Bintang Bagansiapiapi–Sinaboi yang tidak memasang papan informasi proyek. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat untuk mengetahui sumber anggaran, pelaksana pekerjaan, hingga nilai kontrak suatu proyek yang menggunakan uang negara.
Komitmennya terhadap pengawasan pembangunan juga terlihat melalui sejumlah laporan dugaan penyimpangan proyek bernilai miliaran rupiah di Kabupaten Rokan Hilir. Beberapa laporan yang pernah disampaikan mencakup proyek pembangunan jembatan, peningkatan jalan, hingga pembangunan fasilitas kesehatan daerah yang menurutnya perlu diaudit dan diperiksa lebih lanjut oleh aparat berwenang.
Selain isu korupsi dan pembangunan, Yusaf Hari Purnomo juga aktif mengkritisi berbagai aktivitas ilegal yang dianggap merugikan negara. Pada tahun 2025, ia turut mengungkap dugaan jalur distribusi rokok ilegal di wilayah Rokan Hilir dan mendesak aparat penegak hukum untuk membongkar jaringan yang diduga berada di balik aktivitas tersebut.
Bagi Yusaf, pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara bukan sekadar kritik, melainkan bentuk partisipasi masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Melalui berbagai laporan dan advokasi yang dilakukannya, ia menegaskan pentingnya penegakan hukum yang transparan, profesional, dan tidak tebang pilih.
Di tengah dinamika pembangunan daerah, sosok Yusaf Hari Purnomo terus dikenal sebagai salah satu aktivis yang konsisten menyuarakan kontrol sosial, keterbukaan informasi publik, serta pengawasan terhadap kebijakan dan penggunaan keuangan negara di Kabupaten Rokan Hilir.
