Lapas Bagansiapiapi Mulai ACF TBC, 222 WBP Sudah Melalui Pemeriksaan CXR

Zulfan A dahlan

Kesehatan3216 Dilihat
banner 468x60

ARiECYBER|Bagansiapiapi — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi memulai pelaksanaan kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis melalui pemeriksaan Rontgen Dada (CXR) pada Senin, 17 November 2025. Program ini terlaksana berkat kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir, Puskesmas Bagansiapiapi, serta Tirta Medical Center (TMC) dengan dukungan Global Fund (GF) 2025.

Plt Kepala Lapas Bagansiapiapi, Nimrot Sihotang, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini adalah langkah strategis dalam memutus potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

banner 336x280

“Kesehatan WBP adalah tanggung jawab bersama. Melalui ACF ini, kami melakukan deteksi dini agar potensi penularan TBC dapat dicegah dan ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Program ACF dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 17 hingga 22 November 2025, dengan target pemeriksaan 1.100 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 222 WBP telah mengikuti pemeriksaan Rontgen Dada. Dari jumlah tersebut, 30 WBP memerlukan pemeriksaan lanjutan berupa pemgambilan spesimen dahak yang akan dianalisis menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM). Seluruh sampel selanjutnya diperiksa di Laboratorium RSUD untuk memperoleh hasil diagnosis yang akurat.

Pelaksanaan ACF hari pertama berjalan tertib dan mendapat respons positif dari WBP yang mengikuti pemeriksaan. Lapas Bagansiapiapi berharap rangkaian kegiatan ini mampu menekan angka penyebaran TBC, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh warga binaan.

 

Editor : Redaksi

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *