GPM Rohil Soroti Lonjakan Kasus Malaria, Sinaboi Jadi Penyumbang Tertinggi di Rokan Hilir

Zulfan Ad

Kesehatan, Rokan Hilir1350 Dilihat

ARIECYBER|ROKAN HILIR – Tingginya angka kasus malaria di Kabupaten Rokan Hilir mendapat sorotan serius dari Gerakan Pemuda Masyarakat (GPM) Rokan Hilir. Ketua GPM Rohil, Fani Faratama, menilai kondisi tersebut tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan biasa, terutama di Kecamatan Sinaboi yang tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun GPM Rohil, Kecamatan Sinaboi secara konsisten mencatat lebih dari 100 kasus malaria setiap bulan sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Secara akumulatif, jumlah kasus malaria di wilayah tersebut telah mencapai 963 kasus dalam tujuh bulan terakhir.

“Angka ini bukan lagi sekadar statistik, melainkan alarm darurat yang harus segera ditindaklanjuti. Jika tidak ada langkah yang lebih serius dan terukur, maka masyarakat Sinaboi akan terus menjadi korban,” tegas Fani.

Menurutnya, kondisi geografis Sinaboi yang didominasi kawasan rawa dan pesisir menjadi faktor yang mempercepat berkembangnya nyamuk pembawa malaria. Karena itu, penanganan malaria di wilayah tersebut tidak cukup hanya dilakukan secara sporadis, melainkan membutuhkan langkah yang berkelanjutan dan terintegrasi.

GPM Rohil mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera memperkuat upaya pencegahan, pengendalian, serta edukasi kepada masyarakat. Selain itu, ketersediaan layanan kesehatan, obat-obatan, dan program pemberantasan sarang nyamuk harus menjadi prioritas utama.

“Sinaboi merupakan salah satu kawasan yang memiliki berbagai keterbatasan akses. Jangan sampai pemerintah baru bergerak ketika jumlah penderita terus bertambah dan kondisi semakin memburuk. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, bukan sekadar respons setelah persoalan menjadi sorotan publik,” ujar Fani.

GPM Rohil menegaskan bahwa penanganan malaria harus dilakukan secara cepat, serius, dan berkelanjutan agar Kabupaten Rokan Hilir tidak terus dibayangi ancaman penyakit yang seharusnya dapat dicegah dan dikendalikan.