ARIECYBER|ROKAN HULU – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta memastikan perkembangan tanaman pertanian masyarakat berjalan optimal, Bhabinkamtibmas Desa Ngaso melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil jenis hibrida di Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (02/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Ngaso Brigpol Gusri Karoni Irsyad, S.H. di lahan pertanian yang berada di Dusun II Simpang Baru, Desa Ngaso.
Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung hibrida yang telah memasuki usia 80 hari sejak masa tanam pada 13 April 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Tinggi tanaman rata-rata telah mencapai sekitar 2 meter dengan kondisi pertumbuhan yang sehat dan merata.
Dalam kegiatan tersebut, Brigpol Gusri Karoni Irsyad melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi tanaman serta mengukur pertumbuhan jagung guna memastikan tanaman berkembang sesuai target dan memiliki potensi hasil panen yang maksimal.
Kapolsek Ujung Batu, Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keterlibatan personel Polri dalam mendukung sektor pertanian merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan terhadap berbagai program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan seperti ini, Polri berharap dapat membantu para petani dalam mengantisipasi berbagai kendala di lapangan sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, mempererat hubungan kemitraan dengan warga, serta membangun komunikasi yang efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi terpantau aman, lancar, dan kondusif, sementara perkembangan tanaman jagung hibrida dinilai berada dalam kondisi yang baik dan berpotensi menghasilkan panen yang maksimal.



















