Relokasi Besar-besaran, Ratusan Warga Binaan Dipindahkan ke Lapas Ujung Tanjung

Zulfan A dahlan

Rokan Hilir123 Dilihat
banner 468x60

ARIECYBER|Bagansiapiapi, 4 Juni 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi secara resmi memulai proses relokasi ke gedung baru yang berlokasi di Ujung Tanjung, Kamis (4/6/2026). Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel pembukaan yang digelar di halaman Lapas lama di Jalan DR. RM. Pratomo, Bagansiapiapi.

Apel relokasi dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan Riau, Muhammad Lukman, A.Md.IP., S.H., M.Si. Kegiatan ini turut dihadiri Kalapas Kelas IIA Bagansiapiapi Agus Imam Taufik, unsur TNI-Polri, pejabat pemasyarakatan se-Provinsi Riau, serta sejumlah instansi terkait yang terlibat dalam proses pemindahan.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Muhammad Lukman menyampaikan bahwa relokasi ini bukan sekadar perpindahan fisik bangunan, melainkan menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan pemasyarakatan di Provinsi Riau. Ia mengapresiasi kesiapan seluruh pihak yang telah berkolaborasi untuk memastikan proses berjalan sesuai rencana.

“Relokasi ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan. Keberhasilan kegiatan ini sangat bergantung pada sinergi, disiplin, dan tanggung jawab seluruh unsur yang terlibat,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan selama proses pemindahan, sebanyak 149 personel gabungan diterjunkan ke lapangan. Kekuatan pengamanan terdiri dari 37 personel TNI, 60 personel Brimob, 27 personel Polsek Bangko, serta 25 personel Dinas Perhubungan Kabupaten Rokan Hilir. Pengamanan dilakukan secara berlapis mulai dari titik keberangkatan hingga lokasi tujuan.

Muhammad Lukman juga menekankan agar seluruh petugas mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif terhadap warga binaan selama proses relokasi berlangsung. Menurutnya, profesionalisme dan kewaspadaan harus tetap menjadi prioritas guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat menghambat jalannya kegiatan.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menjelaskan bahwa proses pemindahan dilakukan dengan perencanaan yang matang. Sebanyak 13 unit bus disiapkan untuk mengangkut warga binaan, terdiri dari 8 bus pariwisata dan 5 unit bus Transpas.

Setiap kendaraan mendapatkan pengawalan khusus berupa satu unit kendaraan voorijder dan satu unit kendaraan pengamanan. Bus pariwisata mengangkut sekitar 50 warga binaan dengan pengawalan lima petugas gabungan, sedangkan bus Transpas membawa 25 warga binaan dengan empat personel pengamanan di setiap armada.

Relokasi ke kompleks Lapas baru di Ujung Tanjung dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan. Dengan kapasitas yang lebih luas serta fasilitas yang lebih representatif, keberadaan Lapas baru diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program pembinaan warga binaan secara lebih optimal, aman, dan manusiawi.

Melalui koordinasi yang solid antarinstansi serta dukungan pengamanan yang maksimal, seluruh proses pemindahan warga binaan dan aset kantor ditargetkan dapat diselesaikan dalam satu hari sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Pemindahan ditargetkan selesai dalam satu hari,” tegas Agus Imam Taufik.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   1   =