ARIECYBER|ROKAN HILIR – Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Sebanyak 7.750 penari perempuan dari 18 kecamatan berhasil memecahkan rekor dunia melalui penampilan kolosal Tari Sapin Bagan, tarian tradisional khas Negeri Seribu Kubah.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi luas dan menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Rohil. Ribuan penari tampil serempak dengan gerakan yang harmonis, menampilkan kekayaan budaya daerah di hadapan para tamu undangan dan tim penilai.
Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian luar biasa tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan sukses.
“Alhamdulillah, Tari Sapin Bagan berhasil mencatatkan rekor dunia dengan jumlah peserta perempuan sebanyak 7.750 orang. Ini merupakan kebanggaan besar bagi masyarakat Rokan Hilir,” ujar Bistamam usai kegiatan, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya lahir dari persiapan yang matang, tetapi juga dari semangat dan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam mendukung pelestarian budaya daerah.
“Yang paling penting adalah semangat kebersamaan. Antusiasme masyarakat luar biasa sehingga harapan yang kita dambakan bersama akhirnya dapat terwujud,” katanya.
Bupati berharap pencapaian ini menjadi momentum positif untuk memperkenalkan budaya Rohil ke tingkat yang lebih luas sekaligus mendorong kemajuan daerah di berbagai sektor.
“Mudah-mudahan ini menjadi rahmat dari Allah SWT dan membawa kemajuan bagi Kabupaten Rokan Hilir di masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Operasional Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Andre Purwandono, yang hadir langsung untuk melakukan penilaian, menyebut penampilan Tari Sapin Bagan sebagai pencapaian yang sangat istimewa.
Menurut Andre, jumlah peserta yang mencapai 7.750 orang jauh melampaui standar rekor yang pernah tercatat sebelumnya.
“Hari ini kami melakukan penilaian terhadap Tari Sapin Bagan yang ditarikan oleh 7.750 perempuan dari 18 kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir. Ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena melampaui standar rekor yang ada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Tari Sapin Bagan memiliki karakteristik dan nilai budaya yang khas. Keunikan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam proses penilaian rekor.
Andre berharap capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga mampu mendorong upaya pelestarian budaya secara berkelanjutan.
“Kami berharap Tari Sapin Bagan terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya masyarakat Rokan Hilir,” tuturnya.
Pecahnya rekor dunia ini semakin menegaskan posisi Rokan Hilir sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya. Tari Sapin Bagan kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga simbol kekuatan budaya lokal yang mampu tampil dan diakui di panggung dunia.
















