Tim Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla di Bagan Punak, Water Bombing Turut Dikerahkan

Zulfan Ad

Kepolisian, Rokan Hilir1273 Dilihat

ARIECYBER|ROKAN HILIR – Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, dan unsur terkait terus berupaya memastikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Bangko tidak kembali muncul. Salah satu langkah yang dilakukan adalah kegiatan pendinginan di lokasi bekas kebakaran yang berada di Jalan Setapak RT 001 RW 001, Kepenghuluan Bagan Punak, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Bagan Timur, Aiptu J.L. Sitorus. Pendinginan dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa panas yang masih tersimpan di dalam lahan, terutama pada kawasan gambut yang memiliki potensi memunculkan kembali titik api meskipun permukaan terlihat padam.

Area yang ditangani memiliki luas kurang lebih dua hektare dan sebelumnya telah teridentifikasi sebagai titik panas (hotspot) yang telah diverifikasi oleh petugas di lapangan. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian utama karena bara api kerap bertahan di bawah permukaan tanah dalam waktu cukup lama.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan menggunakan berbagai sarana pendukung seperti mesin mini striker, selang pemadam, kendaraan operasional, serta mendapat dukungan helikopter water bombing dari BPBD Provinsi Riau yang melakukan penyiraman dari udara guna mempercepat proses pendinginan.

Selain melakukan penyiraman, petugas juga melaksanakan pengecekan lokasi, pendataan lapangan, dokumentasi, serta mengumpulkan informasi dari saksi-saksi untuk membantu proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Koordinasi dengan fungsi Reserse Kriminal juga terus dilakukan sebagai bagian dari penanganan menyeluruh.

Kapolsek Bangko menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan Karhutla, terutama di kawasan yang didominasi lahan gambut.

“Meski api telah berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap harus dilakukan secara maksimal untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi menimbulkan kebakaran kembali,” ujarnya.

Meski menghadapi kondisi medan yang cukup sulit serta hembusan angin di lokasi, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Ketersediaan sumber air di sekitar area kebakaran turut membantu mempercepat proses pendinginan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dengan situasi aman dan terkendali. Petugas kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko menimbulkan kebakaran yang lebih luas, merusak lingkungan, serta dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

(Redaksi)