Buku Perdana Karmila Sari Kupas Jejak Pengabdian Perempuan di Dunia Politik

Zulfan A dahlan

banner 468x60

ARIECYBER|Pekanbaru, – Anggota DPR RI Dapil Riau, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, meluncurkan buku perdananya berjudul Perempuan di Pentas Politik, ‘Jejak Pengabdi Merawat Amanah’ di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Jumat (8/5/2026).

Peluncuran buku ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus refleksi perjalanan Karmila dalam dunia politik, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

banner 336x280

 

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau, Taufik Ikram Jamil, menilai kehadiran buku tersebut memberi warna tersendiri bagi dunia literatur di Riau, khususnya yang mengangkat kiprah perempuan dalam politik.

Ia menegaskan, lembaga adat memang tidak berpolitik praktis, namun tidak boleh buta terhadap dinamika politik karena kebijakan politik turut memengaruhi kehidupan masyarakat.

“LAM tidak berpolitik, tetapi tidak boleh buta politik. Kehadiran buku ini menjadi catatan penting tentang bagaimana politik dijalani dengan nilai pengabdian,” ujar Taufik.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau, Marjohan Yusuf, yang mengaku bangga atas lahirnya karya tersebut. Menurutnya, politik adalah ruang yang dinamis, penuh seni dalam membaca dan mengondisikan keadaan, serta sarat dengan persaingan gagasan maupun perebutan pengaruh untuk membesarkan partai dan memperjuangkan kepentingan publik.

Dalam kesempatan itu, Dr Karmila Sari yang juga Wakil Ketua umum PP KPPG menceritakan berbagai pengalaman yang ia jalani selama menjadi anggota DPRD hingga kini duduk di kursi DPR RI. Ia mengaku banyak belajar dari dialog langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi, lalu memperjuangkannya sesuai kewenangan yang dimiliki sebagai wakil rakyat.

“Saya mengalami banyak hal selama berada di dunia politik, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Yang paling penting adalah terus berdialog dengan masyarakat dan memperjuangkan kebutuhan daerah sesuai kewenangan yang ada,” kata Karmila.

Ia menuturkan, buku tersebut lahir dari keyakinannya bahwa perempuan memiliki kontribusi besar bagi pembangunan daerah. Pengalaman yang ditulisnya diharapkan bisa menjadi pelajaran, inspirasi, dan bekal bagi perempuan lain yang ingin terlibat aktif dalam ruang publik.

“Politik itu hmbagaimana kita menjalaninya. Saya berharap buku pertama ini bisa menggerakkan perempuan untuk berkarya, berkontribusi, dan meninggalkan ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang sebagai amal jariyah,” tutupnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   3   =