Plt Kadisdikbud Rohil Ajak Guru Jadi Garda Terdepan Tangkal Hoaks dan Akun Bodong

Zulfan A dahlan

Pendidikan, Rokan Hilir3430 Dilihat
banner 468x60

ARIECYBER|ROKAN HILIR —18 Mei 2026 Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir, Riwansyah, SSTP., M.Si., mengajak seluruh tenaga pendidik di lingkungan sekolah untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks serta maraknya akun bodong di ruang digital yang semakin meresahkan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik, khususnya di kalangan pelajar dan tenaga pendidik. Guru dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir kritis generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu maupun provokasi di media sosial.

banner 336x280

“Guru bukan hanya pendidik di ruang kelas, tetapi juga benteng literasi digital bagi generasi muda. Di tengah maraknya hoaks dan akun palsu, tenaga pendidik harus mampu menjadi contoh dalam menggunakan media sosial secara bijak, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujar Riwansyah.(18/5/26)

Ia menegaskan, penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat memicu kesalahpahaman, konflik sosial, hingga merusak nama baik seseorang. Karena itu, budaya Saring Sebelum Sharing harus terus ditanamkan di lingkungan pendidikan sebagai langkah preventif menghadapi ancaman disinformasi digital.

Riwansyah juga mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat di ruang digital. Edukasi tentang etika bermedia sosial dinilai penting agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.

“Mari bersama wujudkan lingkungan pendidikan yang cerdas, aman, dan bijak bermedia sosial. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, apalagi menyebarkannya tanpa fakta yang valid,” tegasnya.

Dengan semangat literasi digital, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rokan Hilir berharap dunia pendidikan dapat menjadi pelopor dalam memerangi hoaks, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak persatuan dan masa depan generasi muda.

 

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   8   =