RSUD Dr. R.M. Pratomo Berduka, Perawat Gugur Dalam Tugas pada Kecelakaan Maut Tol Permai

Zulfan A dahlan

banner 468x60

ARIECYBER|ROKAN HILIR – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar RSUD Dr. R.M. Pratomo Bagansiapiapi pasca terjadinya kecelakaan tragis yang melibatkan ambulans milik rumah sakit tersebut dengan sebuah truk trailer di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) KM 25+800 Jalur B pada Minggu malam, 7 Juni 2026, sekitar pukul 23.45 WIB.

Insiden nahas tersebut merenggut tiga nyawa sekaligus dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban maupun seluruh jajaran tenaga kesehatan di Kabupaten Rokan Hilir. Tiga korban yang meninggal dunia masing-masing AM (38) dan KA (38), warga Jalan Siak, Bagansiapiapi, serta WH (37), seorang perawat aktif RSUD Dr. R.M. Pratomo yang tengah menjalankan tugas pelayanan kesehatan.

banner 336x280

Direktur Utama RSUD Dr. R.M. Pratomo Bagansiapiapi, dr. Tri Buana Tungga Dewi, M.Kes, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Menurutnya, kehilangan salah satu tenaga medis terbaik menjadi pukulan berat bagi keluarga besar rumah sakit.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan ini menjadi duka besar bagi kami. Salah satu korban merupakan tenaga kesehatan yang selama ini menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang tinggi dalam melayani masyarakat,” ungkapnya, Senin (8/6/2026).

Sebagai bentuk empati dan kepedulian, manajemen RSUD langsung bergerak mengunjungi rumah duka para korban untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kepergian WH tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia kesehatan Rokan Hilir. Sosoknya dikenal sebagai perawat yang ramah, disiplin, dan memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Selain menyampaikan doa bagi korban yang meninggal dunia, pihak rumah sakit juga mendoakan dua korban yang mengalami luka-luka agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Terkait penyebab kecelakaan, pihak RSUD menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian yang saat ini masih melakukan pendalaman atas peristiwa tersebut.

“Kami berharap almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” tutup dr. Tri Buana.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa para tenaga kesehatan kerap menghadapi risiko besar dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Pengabdian yang dilakukan hingga akhir hayat oleh salah seorang perawat RSUD Dr. R.M. Pratomo akan selalu dikenang sebagai bagian dari dedikasi mulia untuk melayani masyarakat.

 

 

Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   7   =