ARIECYBER|Bagan Jawa – Komitmen membangun Kepenghuluan Bagan Jawa terus ditunjukkan oleh Calon Penghulu Bagan Jawa, Zulpakar. Setelah sebelumnya menyampaikan sejumlah program pro-rakyat seperti tidak menerima gaji dan tunjangan jabatan, menggratiskan pengurusan SKTR dan SKGR, mempertahankan seluruh staf kepenghuluan tanpa pemberhentian maupun rotasi, serta membantu pembiayaan pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, kini Zulpakar kembali memperkenalkan sejumlah program prioritas pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Zulpakar, pembangunan harus dimulai dari persoalan yang paling dirasakan masyarakat sehari-hari, yakni ketersediaan air bersih, penerangan jalan, kualitas infrastruktur lingkungan, sistem drainase, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu program unggulan yang diusung adalah pembangunan sumur bor di berbagai titik lingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa. Program ini direncanakan menjangkau Jalan Sempurna, Jalan Makmur, Jalan Sidodadi, Jalan Sidomulyo, Jalan Tempe, Jalan Musholla, Jalan Karya Enggel, Jalan Jambu, Jalan Satria Tangko, serta jalan-jalan lingkungan lainnya yang membutuhkan akses air bersih.
Program sumur bor tersebut akan diupayakan melalui Dana Kepenghuluan, bantuan pemerintah pusat, maupun program CSR. Fasilitas yang dibangun nantinya meliputi pengeboran sumur dalam, pompa submersible, bak penampungan air, hingga jaringan distribusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
Selain itu, Zulpakar juga menyoroti kondisi penerangan jalan yang menurut hasil pengamatannya masih sangat memprihatinkan. Banyak titik jalan lingkungan yang gelap meskipun tiang dan jaringan lampu masih tersedia.
“Kami melihat banyak lampu jalan yang sebenarnya hanya membutuhkan perbaikan atau penggantian. Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar seluruh jalan lingkungan di Bagan Jawa mendapatkan penerangan yang layak sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Di sektor infrastruktur, Zulpakar berkomitmen melakukan pembangunan jalan lingkungan secara merata dengan standar semenisasi. Menurutnya, masih banyak gang dan jalan kecil yang membutuhkan perhatian serius agar aktivitas masyarakat tidak terganggu, terutama saat musim hujan.
Tidak hanya jalan, pembangunan drainase juga menjadi prioritas utama. Berdasarkan hasil turun langsung ke lapangan, masih banyak lingkungan yang belum memiliki saluran drainase memadai sehingga berpotensi menimbulkan genangan dan kerusakan jalan.
“Pembangunan drainase harus berjalan beriringan dengan pembangunan jalan. Dengan drainase yang baik, lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan infrastruktur yang dibangun dapat bertahan lebih lama,” jelasnya.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan, Zulpakar juga menggagas program penyediaan lahan kebun masyarakat yang akan dikelola secara kelompok dengan pengawasan Pemerintahan Kepenghuluan. Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan warga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Berbagai program tersebut, menurut Zulpakar, merupakan bagian dari visi mewujudkan Bagan Jawa yang lebih maju, terang, bersih, produktif, dan merata pembangunannya tanpa membedakan wilayah maupun kelompok masyarakat.
“Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan seluruh warga. Tidak hanya di jalan-jalan utama, tetapi juga sampai ke gang-gang kecil dan lingkungan yang selama ini membutuhkan perhatian. Semangat kami adalah membangun Bagan Jawa secara merata dan berkeadilan,” tutupnya.
Redaksi




















