ARIECYBER|Rokan Hilir — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tim Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (TOPAN RI), Yusaf Hari Purnomo, menegaskan bahwa peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (9 Desember) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan alarm keras untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa korupsi masih menjadi musuh terbesar pembangunan.
Dalam pernyataannya, Yusaf menekankan bahwa praktik korupsi hari ini semakin canggih, terstruktur, dan melibatkan banyak kepentingan sehingga dibutuhkan keberanian ekstra dari penegak hukum untuk mengungkap dan menindaknya.
Hari Anti Korupsi Sedunia harus menjadi momentum menagih keberanian penegak hukum. Kita ingin melihat tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Negara tidak boleh kalah oleh para pelaku korupsi yang merampas hak rakyat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi merampas masa depan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan pembangunan lebih merata.
TOPAN RI, kata Yusaf, berkomitmen terus mengawal setiap dugaan penyimpangan melalui fungsi kontrol sosial yang tegas, berani, dan bertanggung jawab.
Kami di TOPAN RI berdiri di garis depan untuk mengawasi pengelolaan anggaran. Kami tidak akan ragu melaporkan setiap dugaan praktik korupsi. Ini pengabdian, bukan pencitraan,” ujarnya, 9/12/2025
Yusaf juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pengawasan, tidak takut melaporkan dugaan korupsi, dan tetap menjaga integritas.
Melawan korupsi adalah tanggung jawab kolektif. Dari masyarakat hingga pejabat negara, semua punya peran. Mari jadikan 9 Desember sebagai refleksi sekaligus aksi,” tutupnya.
Dengan semangat Hari Anti Korupsi Sedunia, TOPAN RI kembali menegaskan komitmennya: Korupsi adalah musuh bersama, dan bangsa ini hanya bisa maju jika keberanian melawan korupsi lebih besar dari keberanian para pelakunya.
Editor : Redaksi














